<!-- Facebook Pixel Code -->
<script>
!function(f,b,e,v,n,t,s){if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?
n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};if(!f._fbq)f._fbq=n;
n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;
t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window,
document,'script','https://connect.facebook.net/en_US/fbevents.js');
fbq('init', '126080514679826', {
em: 'insert_email_variable'
});
fbq('track', 'PageView’);
<script>
fbq('track', 'ViewContent', {
value: 3.50,
currency: 'USD'
});
</script>
</script>
<noscript><img height="1" width="1" style="display:none"
src="https://www.facebook.com/tr?id=126080514679826&ev=PageView&noscript=1"
/></noscript>
<!-- DO NOT MODIFY -->
<!-- End Facebook Pixel Code -->

Blog

  • MamiBelle Children Day Giveaway 2017.

    July 17, 2017
    MamiBelle Children Day Giveaway 2017 image

    Yang ditunggu akhirnya tiba! Dalam rangka menyambut Children Day & mewujudkan impian Mami, Bella bakal bagi-bagi hampers cantik senilai Rp 300.000 untuk 5 orang Mami yang beruntung! Isinya ada baju menyusui, potpourri, Yves Rocher bath gel, diaper pouch, & lipstick silky girl. Seru kan?

    Caranya gampang:

    1. Follow @mamibelle_nursingwear di Instagram
    2. Like MamiBelle fanpage di facebook
    3. Post foto #ootd bersama anak dengan menggunakan baju menyusui MamiBelle.
    4. Sertakan cerita paling menarik yang pernah dialami Mami & baby.
    5. Tag @mamibelle_nursingwear & sertakan #mamibellegiveaway #childrenday

    Pemenang ditentukan berdasarkan kreatifitas foto & caption. Pemenang diumumkan Tanggal 23 Juli 2017. Yuk, pose on Mami! ;) Question? Chat Bella aja ya, Mam! :)

    Questions? Chat Bella via WA 082110020003 atau line @mamibelle


  • MamiBelle10: Manfaat puasa untuk Mami hamil dan menyusui.

    June 16, 2017
    /
    Tips MamiBelle
    MamiBelle10: Manfaat puasa untuk Mami hamil dan menyusui image

    Manfaat berpuasa di saat hamil dan menyusui

     

    Wah, ga kerasa ya Smart Mami,  sebentar lagi udah minggu terakhir puasa Ramadhan tahun ini. Kali ini #TipsMamiBelle akan bahas apa saja sebenarnya manfaat berpuasa bagi Mami yang hamil dan menyusui.

     

    1. Meningkatkan sistem imun dan mencegah penyakit

    Banyak para ahli yang mengatakan bahwa puasa justru sebenarnya baik untuk ibu hamil, karena mengurangi resiko janin terkena penyakit degeneratif. Pada dasarnya, dengan berpuasa, maka pola makan Mami akan lebih teratur karena pada saat buka dan sahur memang disarankan untuk tidak makan terlalu berlebihan. Selain itu, tubuh menghasilkan limfosit hingga 10 kali lipat yang berpengaruh pada meningkatnya sistem imun. Dengan begitu, resiko ibu hamil kegemukan menjadi lebih kecil sehingga bisa terhindar dari penyakit. Begitu juga bagi Mami yang menyusui, saat puasa dan jauh dari pola makan berlebihan, maka kualitas ASI lebih baik karena menjaga asupan kolesterol yang masuk dalam tubuh. Pa

     

    1. Detoksifikasi alami

    Karena selama 14 jam tubuh tidak dimasuki makanan apapun, maka tubuh Mami secara natural mengeluarkan racun-racun yang tidak berguna dari dalam tubuh. Dengan membatasi asupan kalori, maka tubuh dapat menghasilkan lebih banyak enzim antioksigan yang memiliki tugas untuk mengeluarkan racun dari dalam tubuh.

     

    1. Mengurangi kadar kalori

    Selain dari menu sehat selama sahur dan berbuka, kegiatan lain yang dilakukan saat puasa Ramadhan juga dapat membantu mengontrol kadar kalori di dalam tubuh. Saat melakukan sholat Tarawih, tubuh bisa membakar kalori hingga 200 kalori.

     

    1. Menjaga kesehatan jantung

    Penyakit jantung koroner menjadi momok yang menakutkan untuk Mami yang hamil. Ternyata melakukan puasa bisa membantu dalam menjaga kesehatan jantung lho, Mam. Selama Mami berpuasa, tubuh secara otomatis menghasilkan lebih banyak HDL atau kolesterol baik dan juga menurunkan kadar LDL atau lipoprotein densitas rendah yang akan berpengaruh pada  pembuluh darah dan kesehatan jantung.

     

     

    1. Menjaga psikologis ibu

    Dengan tetap melakukan puasa, selain jiwa merasa tenang dan lega karena dapat menunaikan ibadah wajib di Bulan Ramadhan, tentu akan berpengaruh pada kondisi psikologis Mami. Karena harus dapat menahan diri dari amarah dan emosi yang negatif, jiwa dan pikiran Mami akan lebih banyak diisi dengan hal yang positif dan tentu saja sangat berpengaruh baik pada psikologis Mami.

     

     

    1. Mencegah nyeri

    Untuk Mami yang menyusui, terutama yang belum lama melahirkan dan sudah bisa melakukan puasa, puasa ternyata bisa menjadi salah satu cara untuk mengurangi rasa nyeri setelah melahirkan. Puasa dapat meningkatkan sel penetral yang dapat membantu mengurangi rasa nyeri di dalam tubuh.

     

    1. Mencegah sembelit

    Salah satu keuntungan yang didapat dengan menyantap sahur yang bernutrisi di pagi hari, kemungkinan untuk terserang sembelit bisa sangat berkurang. Seperti yang Mami tahu, sembelit sering kali muncul saat sedang hamil. Selain itu, dengan konsumsi makanan sehat setelah melakukan sholat tarawih, hal itu juga membantu dalam melancarkan sistem metabolisme dalam tubuh Mami, sehingga kemungkinan terkena sembelit menjadi berkurang.

     

     

    1. Menjadi pengontrol berat badan secara alami

    Dalam kondisi hamil dan menyusui, Mami pasti tahu dong bagaiman pentingnya untuk mengontrol berat badan. Jangan sampai kelebihan atau kekurangan berat badan, terutama untuk Mami yang hamil yang bisa berpengaruh pada berat badan bayi juga. Nah, dengan melakukan puasa, maka berat badan dapat lebih mudah untuk terkontrol karena keinginan Mami untuk menyantap makanan tertentu harus bisa ditahan.

     

     

    1. Menjaga kesehatan ginjal

    Meskipun saat puasa di bayangan kita sangat memungkinkan mengalami dehidrasi, tapi ya Mam, ternyata dengan konsumsi air dalam puasa itu justru bisa meningkatkan konsentrasi urin dalam ginjal. Kondisi seperti ini akan membantu dalam memberikan perlindungan terhadap fungsi ginjal. Selain itu, dengan minimnya air yang masuk ke tubuh saat puasa, justru meminimalkan volume air dalam darah yang justru akan memacu fungsi dan kerja sel darah merah.

     

    1. Menjaga keseimbangan nutrisi dalam tubuh

    Pada saat puasa, tentu saja Mami akan lebih memperhatikan nutrisi yang masuk dan mempertimbangkan menu makanan secermat mungkin agar Mami bisa tetap fit menjalankan puasa sepanjang sehari meskipun Mami sedang hamil atau menyusui. Dengan memperhatikan makanan yang masuk ke dalam tubuh saat sahur dan berbuka, maka tubuh juga memproduksi asam amino dan zat lainnya yang membantu peremajaan sel.

     

    Semoga #TipsMamiBelle selama bulan Ramadhan ini sedikit banyak berguna untuk menambah pengetahuan Mami mengenai puasa saat hamil dan menyusui ya, Mam. Dan semoga juga ibadah puasa kita semua diterima. Nanti #TipsMamiBelle. See you next time, Mam :)

     

     


  • MamiBelle10: Tips berpuasa untuk Mami hamil dan menyusui.

    June 9, 2017
    /
    Tips MamiBelle
    MamiBelle10: Tips berpuasa untuk Mami hamil dan menyusui image

    Tips melakukan puasa di saat hami dan menyusui

     

    Hai Smart Mami.

    Setelah kemarin #TipsMamiBelle membahas apa saja yang perlu diperhatikan untuk Mami yang sedang hamil dan menyusui jika memang ingin berpuasa, kali ini #TipsMamiBelle bakal bahas tentang tips apa saja sih yang bisa dilakukan Mami untuk bisa tetap melaksanakan ibadah puasa dengan tetap fit dan lancar.

     

     

    1. Istirahat yang cukup

    Menjaga kondisi Mami agar tidak kelelahan dan dehidrasi adalah kunci agar Mami bisa tahan dan sanggup untuk melakukan puasa selama bulan puasa. Oleh karena itu, manfaatkan sebaik mungkin waktu untuk beristirahat, seperti tidur saat si kecil beristirahat atau hanya dengan menenangkan pikiran, dapat membantu Mami untuk menghindari tubuh merasa cepat lemas selama berpuasa.

    1. Konsumsi kurma sebagai booster

    Tahukah Mami bahwa kurma punya segudang manfaat dari berbagai kandungan di dalamnya?

    Kurma mengandung karbohidrat, zat besi, multivitamin, dan juga sumber protein yang bisa membantu memenuhi kebutuhan nutrisi Mami. Selain itu, kurma juga memiliki kandungan glukosa yang tinggi. Dengan mengkonsumsi kurma di waktu sahur dan buka dapat menjadi penambah energi untuk Mami dalam menjalankan puasa. Di luar Bulan Ramadhan pun, nggak ada salahnya Mami mengkonsumsi kurma secara rutin, karena memang manfaatnya banyak sekali. Bahkan untuk Mami yang menyusui, jus kurma juga dikenal sebagai salah satu ASI booster yang cukup efektif.

     

    1. Tetap rutin berolahraga

    Seperti yang sudah Mami tahu, rutin melakukan olahraga selama hamil tentu akan sangat membantu dalam menjaga stamina tubuh Mami. Begitupun saat melakukan puasa, dengan tetap melakukan olahraga ringan sekalipun, tentu akan memberikan bantuan untuk tubuh Mami agar lebih fit dan segar. Olahraga yang dilakukan dapat dikurangi intensitasnya dibandingkan hari biasa, dan bisa dilakukan sore hari saat menjelang buka puasa seperti misalnya yoga atau jalan sore.

     

    1. Minum air putih yang cukup secara berkala di sela waktu antara buka dan sahur

    Meskipun berpuasa di siang hari, namun Mami tetap perlu memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Akan tetapi, dibandingkan langsung meminum bergelas-gelas air putih di saat buka atau saat makan sahur, minum air putih secara berkala di sela waktu antara buka dan sahur. Misalnya, Mami bisa meminum 1-2 gelas saat berbuka puasa, lalu sebelum berangkat tarawih, 1-2 gelas selanjutnya setelah tarawih, serta saat melakukan sahur dan sebelum imsak.

     

    1. Makan ringan setelah tarawih

    Melakukan sholat tarawih membantu dalam proses metabolisme setelah makan besar saat berbuka puasa. Setidaknya kalori yang terbakar saat melakukan sholat tarawih bisa mencapai 200 kalori. Untuk mengisi energi lagi, ada baiknya setelah melakukan sholat tarawih, Mami kembali mengisi amunisi energi dengan mengkonsumsi cemilan sehat, seperti buah, smoothies, yoghurt, kurma, kacang-kacangan, dan cemilan sehat lainnya.

     

    1. Konsumsi karbohidrat kompleks

    Salah satu jenis makanan yang perlu dikonsumsi Mami saat sahur adalah makanan yang mengandung karbohidrat kompleks, seperti beras merah, roti gandum, oatmeal, kentang, jagung, pisang, quinoa, ubi, atau pasta. Mengapa karbohidrat kompleks, dan sebaiknya menghindari karbohidrat sederhana seperti yang terdapat pada roti dan mie? Karena karbohidrat kompleks memiliki kandungan serat yang lebih tinggi dan memiliki waktu yang lebih lama untuk diproses dalam tubuh. Dengan begitu, perut akan terasa lebih lama kenyang dan membuat badan tidak cepat lemas karena lapar. Selain itu, karbohidrat kompleks baik untuk mengurangi resiko diabetes karena lebih lama diubah menjadi glukosa dan gula darah dalam tubuh pun lebih seimbang.

     

    1. Konsumsi nutrisi lain yang dibutuhkan

    Untuk melengkapi makan sahur dan buka Mami, jangan lupa untuk memenuhi kebutuhan nutrisi lainnya, seperti protein dan vitamin. Mami bisa berkreasi dalam menyusun menu sahur dan buka yang terdiri dari daging, telur, ikan, dan kacang-kacangan. Selain itu juga dilengkapi dengan konsumsi susu dan buah. Jika Mami mendapatkan vitamin dari dokter, jangan lupa tetap rutin untuk meminum vitamin tersebut.

     

    1. Gunakan topi atau kacamata saat keluar ruangan

    Untuk menghindari dehidrasi dan kelelahan, jika Mami memiliki kegiatan keluar ruangan, Mami bisa menyiasati dengan menambahkan topi atau kacamata hitam ke dalam outfit harian Mami. Dengan begitu, Mami bisa meminimalisir kemungkinan tubuh mendapatkan eksposur berlebih dari cuaca panas dan terik, yang bisa menyebabkan dehidrasi atau kepala pening yang bisa mengganggu ibadah puasa Mami.

     

    1. Mengerjakan pekerjaan rumah di malam hari atau sebelum sahur

    Melakukan pekerjaan merapikan dan membersihkan rumah di waktu malam hari atau sesaat setelah imsak di saat tenaga dan energi Mami baru terisi oleh makanan. Dengan begitu, Mami bisa meniminalisir kemungkinan Mami merasa lelah karena merapikan rumah.

    #TipsMamiBelle

     

    1. Jangan melewatkan makan sahur

    Kadang ada beberapa orang yang sering merasa bahwa tidak makan sahur asal kuat tidak apa-apa. Padahal sahur itu justru penting sekali untuk dilakukan saat melakukan puasa, apalagi untuk Mami yang sedang hamil dan menyusui, jangan sampai kelewatan untuk makan sahur, yang tentu saja dengan makanan bergizi. Makan sahur menjadi sumber energi utama Mami untuk berkegiatan sepanjang hari. Pada dasarnya, penting untuk Mami tetap menjaga frekuensi makan 3x dalam sehari, yaitu sahur, buka puasa, dan cemilan ringan setelah tarawih, tidak hanya sebagai sumber tenaga namun juga menjaga tetap ada asupan nutrisi yang bisa diserap oleh bayi di kandungan atau ASI.

     

     

     


  • MamiBelle10: Pertimbangan yang harus diperhatikan oleh Mami hamil dan menyusui sebelum puasa.

    June 2, 2017
    /
    Tips MamiBelle
    MamiBelle10: Pertimbangan yang harus diperhatikan oleh Mami hamil dan menyusui sebelum puasa image

    Good day, Smart Mami!

    Memasuki bulan Ramadhan, MamiBelle10 kembali lagi dengan berbagai tips yang diharapkan sih bisa membantu dan menambah pengetahuan Smart Mami. Berhubungan dengan bulan Ramadhan, MamiBelle akan mengupas mengenai berbagai hal yang masih ada kaitannya antara Ibu hamil dan menyusui dan juga puasa.

    Di antara Mami yang sedang hamil dan menyusui, pasti dihadapkan dengan berbagai pertanyaan apakah sebaiknya tetap melakukan puasa apabila sedang hamil atau menyusui. Meskipun ada hadist yang menyatakan bahwa ibu hamil atau menyusui bisa mengganti ibadah puasanya dengan membayar faidah, namun keinginan untuk bisa tetap menjalankan ibadah yang datang setiap satu tahun sekali ini pasti tetap ada. Nah kali ini MamiBelle akan membahas pertimbangan apa saja sih yang perlu diperhatikan Mami apabila ingin tetap melakukan puasa di bulan Ramadhan.

     

    1. Konsultasi dengan dokter

    Hal pertama yang perlu Mami lakukan adalah memastikan Mami mendapat lampu hijau dari dokter kandungan/dokter laktasi Mami untuk melakukan puasa. Dengan begitu, sebelum puasa tentu dokter akan melakukan pemeriksaan apakah sekiranya kondisi fisik Mami memungkinkan untuk puasa dan mengetahui kondisi apa saja yang harus diperhatikan untuk menjaga kondisi Mami dan bayi agar tetap fit dan tidak terganggu selama melakukan puasa.

     

    1. Kenali usia kandungan

    Untuk Mami yang hamil, Mami perlu mengetahui bahwa kemungkinan besar pada trimester pertama Mami belum tentu bisa melaksanakan puasa secara full. Kondisi trimester pertama rentan sekali Mami merasa mual dan muntah, sehingga kemungkinan tubuh akan kekurangan cairan dan nutrisi tubuh. Sedangkan Mami membutuhkan banyak asupan nutrisi terutama di awal kehamilan. Periode kehamilan yang paling stabil dan aman adalah saat usia kandungan 4-7 bulan, karena tubuh Mami sudah beradaptasi dengan kondisi hamil. Usia janin yang sudah lebih dari tujuh bulan akan membutuhkan asupan makanan lebih banyak, sehingga berpengaruh pada kondisi fisik Mami yang lebih mudah lelah.

     

    1. Memahami kondisi kesehatan Mami

    Jika Mami mengalami komplikasi selama hamil, seperti tekanan darah tinggi, diabetes, gangguan jantung, bahkan jika Mami merasa pusing, mual, dan gemetar, sebaiknya Mami tidak memaksakan diri untuk melakukan ibadah puasa. Hal-hal tersebut dapat berakibat buruk pada kondisi kesehatan Mami dan juga dapat memberikan resiko buruk juga terhadap kesehatan si kecil di perut Mami.

     

     

    1. Apabila Mami merasa berpuasa dapat membahayakan janin, tidak apa untuk membatalkan puasa

    Sambil menjalankan puasa, mungkin Mami juga berpikir apakah sebenarnya kondisi tidak makan dan minum selama 13 jam ini akan mempengaruhi kondisi bayi di dalam perut maupun kualitas ASI bagi Mami yang menyusui. Apabila Mami merasa ragu dan mulai merasakan bahwa puasa dapat berpengaruh negatif pada kondisi Mami atau si kecil, maka sebenarnya dijelaskan dalam hukum Islam bahwa Mami justru sebaiknya tidak melakukan puasa namun membayar di lain hari.

     

    1. Mempersiapkan pola makan sehat

    Mami tetap membutuhkan nutrisi dengan jumlah yang sama jika Mami berpuasa ataupun tidak. Jika Mami merasa sanggup untuk beribadah puasa, maka yang perlu Mami persiapkan adalah  persediaan makanan yang cukup dan sehat selama Ramadhan. Kebutuhan nutrisi Mami harus dapat tetap terpenuhi selama Mami makan sahur dan juga buka puasa. PIlihlah makanan yang berserat tinggi dan protein saat sahur, menyukupi kebuthuhan cairan, dan juga vitamin yang diberikan oleh dokter.

    10 cups of fluids/day between time (water, milk, fresh juice)

     

    1. Berat badan selama kehamilan

    Berat badan Mami saat hamil menjadi salah satu hal yang perlu dipertimbangkan untuk Mami melakukan puasa atau tidak. Kenaikan berat badan saat hamil tetap stabil dan sesuai dengan usia kehamilan. Jika Mami merasa bahwa berat badan Mami tidak naik atau bahkan mulai berkurang, sebaiknya segera konsultasi ke dokter untuk memastikan apakah kondisi Mami memungkinkan untuk melakukan puasa atau tidak.

     

     

    1. Perhatikan jam kerja Mami

    Manfaatkan waktu rehat saat Mami bekerja seefektif mungkin. Baik Mami yang memang bekerja kantoran ataupun yang menjadi ibu rumah tangga, Mami perlu memperhatikan durasi Mami bekerja. Jangan sampai Mami terlalu lelah dan lupa waktu, sedangkan penting sekali bagi Mami untuk menjaga fisik Mami saat hamil maupun menyusui. Oleh karena itu, waktu luang sebesar apapun yang Mami dapatkan harus bisa Mami manfaatkan agar dapat meminimalisir resiko dehidrasi, kelelahan, atau bahkan stress.

     

    1. Persiapkan support system sekitar Mami

    Meskipun puasa adalah ibadah yang dilakukan individual, namun terutama untuk Mami yang sedang hamil dan menyusui, untuk dapat melakukan puasa secara optimal akan membutuhkan support system dari orang-orang sekitar Mami. Sekiranya Mami membutuhkan bantuan dalam melakukan pekerjaan rumah atau mengurus anak Mami yang lain, jangan segan-segan untuk menerima dan meminta bantuan pada orang terdekat Mami. Dengan begitu, Mami bisa tetap menjalankan puasa dengan tetap memperhatikan kondisi dan menghindari kelelahan berlebih karena terlalu banyak bekerja.

     

    1. Percaya diri dan memperkuat mental

    Mind over matters. Mami perlu yakin dan percaya bahwa tubuh kita memiliki kemampuan luar biasa untuk beradaptasi saat kita melakukan ibadah puasa. Untuk Mami yang sedang menyusui, percaya dan yakin bahwa produksi susu tidak akan terganggu meskipun Mami puasa. Selain itu, jauhkan pikiran Mami dari pengaruh komentar-komentar negatif dari sekitar Mami. Karena yang tahu apa yang terbaik bagi Mami dan bayi adalah Mami sendiri.

     

    1. Perbanyak ibadah

    Tentu saja yang bulan Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk memperbanyak ibadah dan doa. Oleh karena itu, selain mempersiapkan secara fisik, memperbanyak doa dan ibadah lainnya seperti membaca Al-quran serta sholat sunnah menjadi salah satu cara untuk Mami memperkuat mental dan mengsupport keyakinan Mami untuk bisa melakukan ibadah di Bulan Ramadhan.

     

    Semoga #TipsMamiBelle untuk hal yang perlu diperhatikan jika ingin berpuasa bagi Ibu hamil dan menyusui bisa membantu Mami yang memang dalam kondisi hamil atau sedang menyusui. Tapi yang paling penting untuk diingat, jika Mami merasa tidak sanggup, jangan dipaksakan untuk berpuasa. Karena pada dasarnya memang wanita hamil dan menyusui diberikan keleluasaan untuk tidak melakukan puasa jika memang tidak sanggup, namun dengan catatan tetap menggantinya dengan fidiah atau membayar puasa di lain hari.


  • MamiBelle10: Tips Suami Mendukung Ibu Menyusui.

    May 26, 2017
    /
    Tips MamiBelle
    MamiBelle10: Tips Suami Mendukung Ibu Menyusui image
    10 LANGKAH SUAMI TERLIBAT DAN MENDUKUNG IBU MENYUSUI



    Good day, Smart Mami!
    Mami pernah dengar istilah Ayah ASI? Apa sih sebenarnya Ayah ASI? Itu adalah istilah yang digunakan untuk para Ayah yang ikut berperan serta dalam proses menyusui si buah hati. Bukan berarti sang Ayah jadi sumber ASI si bayi ya, tapi ini lebih ke arah bagaiman Ayah ikut serta dalam memberikan dukungan bagi Mami untuk tetap ikut dan mendukung proses menyusui si kecil. Nah, bagaimana caranya agar suami Mami bisa jadi Ayah ASI yang baik? Ada banyak cara yang bakal kita bahas satu per satu.

    1. Selalu ada untuk Mami
    Hal terkecil yang bisa dilakukan oleh suami Mami untuk menjadi Ayah ASI adalah memberikan dukungan dalam bentuk apapun. Ada di samping Mami saat menyusui bisa sangat membantu proses menyusui Mami. Saat Mami membutuhkan bantuan seperti misalnya air minum atau bantal saat menyusui, Ayah harus bisa sigap dan selalu memberikan perhatian terhadap kebutuhan Mami.

    2. Menjadi pendengar yang baik dan memberikan nasihat yang bijaksana
    Ada kalanya Mami akan dihadapkan masalah-masalah yang membuat frustasi diri Mami, seperti misalnya produksi ASI yang kurang lancar, atau lecet di bagian payudara, tentu membutuhkan Ayah sebagai tempat meluapkan emosi yang ada. Masa-masa dimana Mami mungkin sudah sangat down adalah waktu Ayah untuk menjadi pendengar keluhan Mami tanpa harus menjudge apapun, namun tetap dapat memberikan nasihat yang bijaksana untuk mengembalikan semangat Mami kembali.

    3. kontak skin to skin dengan bayi
    Ayah harus bisa menyingkirkan perasaan takut dan khawatir untuk kontak kulit dengan bayi yang baru lahir. Justru Ayah harus berani untuk melakukan kontak kulit ke kulit dengan bayi, karena ini merupakan salah satu kesempatan untuk ikut membentuk bonding dengan si kecil. Yang bisa Ayah lakukan adalah bisa dengan menggendong, memeluk, memandikan atau bahkan dengan mengganti popok juga dapat membantu meningkatkan bonding tersebut.

    4.  Sabar menghadapi Mami
    Kondisi saat Mami baru melahirkan, atau dalam periode menyusui bisa sangat menguras tenaga dan emosi Mami. Tidak jarang para wanita mengalami baby blues pada masa-masa itu. Jadi yang bisa dilakukan oleh para Ayah adalah lebih sabar dalam menghadapi Mami. Saat emosi terkuras dan mungkin membuat Mami lebih sering merasa capek dan sering marah, Ayah harus dapat memegang peran yang tetap bersikap tenang dan sabar, dan tidak terbawa emosi saat memberikan respon pada Mami.

    5. Menjauhkan diri dari komentar negatif
    Bukan hal yang aneh apabila orang-orang di sekitar Mami memberikan komentar ini itu tentang bagaimana cara Mami dan suami mengurus anak, termasuk saat menyusui. Ayah harus dapat menempatkan diri untuk tidak terbawa emosi, dan justru melengkapi pengetahuan Ayah tentang ASI agar tahu dan percaya diri dengan cara yang diambil untuk proses menyusui kecil. Selalu ada di samping Mami untuk memberikan support dan mengingatkan Mami agar tidak terlalu memikirkan komentar dari orang lain adalah hal yang bisa dilakukan Ayah.

    6. Beri Mami waktu untuk beristirahat
    Menjadi ibu menyusui sangat mungkin membuat waktu istirahat Mami jadi sangat terbatas. Si kecil bisa saja menangis untuk diberi ASI di tengah malam, tidak peduli bagaimana kondisi Mami saat itu. Apalagi jika harus 24 jam terus-terusan menjaga dan mengajak main si kecil dan juga mengurus kebutuhan rumah, pasti semakin lelah. Oleh karena itu, Ayah bisa bergantian untuk menjaga si kecil dan membiarkan Mami untuk mendapatkan waktu istirahat yang cukup.

    7. Mengambil alih tanggung jawab rumah tangga
    Menyusui adalah kegiatan tim yang harus dilakukan dengan kerjasama baik antara Mami dengan suami. Tidak ada salahnya lho untuk para Ayah mulai membantu pekerjaan rumah yang biasa dilakukan oleh Ibu. Dengan membantu pekerjaan rumah seperti menyapu, menyuci piring, atau bahkan memasak sesekali untuk istri, itu sudah sangat membantu sekali meringankan beban pikiran Ibu. Jadi Ibu bisa dengan tenang memberikan kewajiban ASI pada bayi tanpa harus dihantui pekerjaan rumah yang belum terselesaikan.

    8. Ikut belajar tentang cara menyusui
    Bukan tidak mungkin akan ada masa di mana Mami harus terpisah jarak oleh si kecil, entah itu karena sakit, bekerja atau karena memang ada urusan lain yang tidak bisa mengajak bayi untuk ikut serta. Disinilah peran Ayah untuk memberikan ASI pada si kecil akan sangat terasa. Ayah juga harus belajar bagaimana cara memberikan ASI perah yang sudah disiapkan Mami sebelumnya.

    9. Quality time dengan si kecil
    Sudah sangat lumrah waktu si kecil akan lebih banyak dihabiskan dengan Mami. Namun, bukan berarti Ayah tidak bisa memiliki quality time yang bisa membantu bonding hubungan Ayah dan anak. Ayah bisa mengajak si kecil bermain, atau membawa si kecil jalan-jalan sore di dalam kereta dorong, atau menyanyikan lagu lullaby. Selain memiliki quality time dengan anak berdua saja dan tetap ikut serta dalam mengurus anak, di saat yang bersamaan juga memberikan waktu untuk Mami melakukan kegiatan lainnya.

    10. Menjaga mood positif di dalam rumah
    Ayah bisa rutin mengajak Mami untuk melakukan aktifitas outdoor atau hal lainnya yang bisa membantu Mami memiliki perasaan riang. Selain itu, Ayah yang rajin memberikan pujian atau menunjukkan kebanggaan terhadap effort Mami menyusui tentu bisa meningkatkan pikiran positif dan memberikan ketenangan dalam diri Mami, karena mengetahui bahwa Ayah selalu ada dan mendukung apapun yang Mami lakukan.

    Mudah-mudahan tips dari Bella ini bisa membantu bagaimana cara suami Mami bisa ikut serta dalam proses menyusui si kecil. Tetap ingat bahwa mengurus anak itu adalah pekerjaan tim antara Mami dan Ayah, termasuk juga menyusui. Jadi tentu saja butuh effort dari keduanya untuk bisa membentuk keluarga kecil yang sinergis. Semoga proses menyusui Mami dan Ayah ASI bisa selalu berjalan lancar ya.